Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juni 2010

Waktu-waktu Terkabulnya Doa


Sepertiga Malam Terakhir

“Sesungguhnya dala malam hari itu ada satu waku yang jika seorang muslim eminta kepada Allah kebaikan dari urusan dunia dan akhirat, niscaya Allah akan mengabulkannya. Dan waktu tersebut terjadi setiap malam” (HR. Muslim)

Antara Adzan dan Iqomah

“Doa antara adzan dan iqomah itu tidak akan tertolak” (HR. Ahmad)

Saat Sujud

“Saat paling dekat antara hamba dengan penciptanya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa (ketika sujud)” (HR. Muslim)

Hari Jum’at

“Sesungguhnya dala hari jumat itu ada saat-saat yang jika seorang muslim meminta kepada Allah suatu kebaikan didalamnya, maka Allah akan mengabulkannya” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Saat Menderita dalam Peperangan

“Dua keadaan yang (doa) tidak akan ditolak, yaitu ketika adzan dan ketika menderita dalam peperangan” (HR. Dawud)

Ketika Ayam Berkokok

“Apabila engkau mendengar ayam berkokok, maka memintalah kepada Allah, karena sesungguhnya diantara keutamaannya (ayam itu) telah melihat malaikat. Dan jika engkau mendengar suara khimar (keledai) maka memintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan, sesungguhnya ia (khimar) telah melihat setan” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Selengkapnya...

Jumat, 18 Juni 2010

Akibat Gossip Menurut Islam


Dahulu ghibah itu dianggap suatu perkara yang negatif, anehnya sekarang ghibah itu dijadikan bisnis membuka aurat dan rahasia pribadi orang lain. Adanya infotaintment di media televisi sering menimbulkan konflik perselisihan di kalangan selebritis, namun banyak kalangan (khususnya kaum ibu) setiap hari memasang mata dan telinga untuk menerima hidangan info terbaru kaum selebritis.

Berikut ini kisah efek dari membuka aib orang lain. Dahulu dikisahkan pada zaman Nabi Nuh As, ketika perahu akan diberangkatkan terjadilah kesepakatan bersama bahwa selama dalam perjalanan tidak diperbolehkan seluruh penumpang (termasuk binatang) berhubungan seksual di atas kapal. Sutau ketika anjing melakukan hubungan badan yang disaksikan oleh kucing. Maka kucing pun melaporkan kejadian tersebut kepada Nabi Nuh As. Lalu dipanggillah si anjing. Tapi si anjing tidak mau mengaku, sehingga ia dibebaskan.

Di lain kesempatan si kucing melihat si anjing berhubungan badan kembali, sehingga si kucing melaporkan kembali kepada Nabi Nuh As. Lagi-lagi si anjing tidak mengaku juga atas perbuatannya, dan dilepaskanlah si anjing tanpa dihukum. Peristiwa terlihatnya anjing melakukan hubungan badan itu ternyata terjadi berkali-kali dan berkali-kali pula kucing melaporkan kejadian tersebut. Tapi, apa mau dikata, sebab si anjing tetap saja tidak mau mengaku berbuat seperti apa yang dilaporkan si kucing, 'Bohong, si kucing, aku tidak melakukannya!'

Karena kecewa, maka si kucing bermunajat kepada Allah, 'Yaa Allah, aku merasa dizhalimi dengan kejadian ini. Maka tampakkanlah apa yang telah aku lihat kepada Utusan Engkau (Nabi Nuh As) agar laporanku ini dibenarkan olehnya dan disaksikan oleh seluruh penghuni kapal ini!'

Permohonan si kucing ini dikabulkan Allah SWT. Pada kali berikutnya si anjing berhubungan badan, dan ia tidak mampu melepaskan diri dari pasangannya. Sehingga saat keduanya sedang melakukan hubungan badan tersebut disaksikan oleh Nabi Nuh As, juga seluruh penghuni kapal. Akhirnya si kucing merasa lega karena apa yang ia laporkan selama ini adalah merupakan kebenaran.

Karena merasa malu, anjing pun memohon kepada Allah, 'Yaa Allah, sesungguhnya aku telah dizhalimi oleh si kucing. Karena dialah aibku diketahui oleh banyak makhluk. Oleh karena itu jadikanlah setiap ia (kucing) melakukan hubungan badan diketahui oleh banyak makhluk sebagaimana yang telah ia perlakukan kepadaku!' Permohonan inipun dikabulkan oleh Allah SWT.

Maka sejak saat itu setiap kucing akan berhubungan badan dengan pasangannya akan didengar atau diketahui oleh makhluk lain karena mengeluarkan suara yang gaduh (ribut) terlebih dahulu. Inilah efek dari mengeluarkan aib orang lain.

Artinya dari cerita ini adalah jika kita menyembunyikan aib orang lain di dunia maka Allah akan meyembunyikan aibnya atau kesalahannya di hadapan orang lain, dan hanya mengungkapkan kebaikannya saja kelak di yaumil qiyamah.
Baca Selengkapnya...